Iklim organisasi sebagai penyangga stres kerja: determinan kinerja karyawan café dan restoran di kota sungai penuh

Abstract

Pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus intensitas tuntutan kerja pada usaha café dan restoran, khususnya di kota non-metropolitan yang jarang dijadikan latar penelitian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh iklim organisasi dan stres kerja terhadap kinerja karyawan café dan restoran di Kota Sungai Penuh, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan melalui survei terhadap 90 karyawan yang dipilih dengan purposive sampling. Instrumen terdiri atas 48 item berskala Likert lima poin; data dianalisis dengan regresi linier berganda setelah pengujian validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil menunjukkan iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,804; p < 0,001), sedangkan stres kerja tidak berpengaruh signifikan secara parsial (β = −0,042; p = 0,552). Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 93,902; p < 0,001) dengan koefisien determinasi terkoreksi sebesar 0,676. Temuan ini mengindikasikan bahwa iklim organisasi berfungsi sebagai sumber daya kerja yang menyangga tekanan pekerjaan sehingga efek langsung stres kerja terhadap kinerja menjadi tidak signifikan. Secara praktis, pengelola café dan restoran perlu memprioritaskan penguatan dukungan, kehangatan hubungan, dan kejelasan tanggung jawab dibandingkan intervensi stres yang bersifat individual. Originalitas penelitian terletak pada pengujian model iklim organisasi–stres kerja–kinerja pada usaha mikro dan kecil sektor hospitality di wilayah non-metropolitan Indonesia, konteks yang selama ini terabaikan dalam literatur manajemen sumber daya manusia.

Keywords
  • Café dan restoran
  • Iklim organisasi
  • Job demands–resources
  • Kinerja karyawan
  • Stres kerja